Selasa, 15 Juni 2021

Kultur Sekolah

 

Abdul Halim 

Tema: Kultur Sekolah 

Assalamualaikum wr.wb, kali ini saya akan membahas tentang kultur Sekolah, langsung saja ke penjelasannya ya. 

Kultur sekolah adalah pola nilai, keyakinan dan tradisi yang terbentuk melalui sejarah sekolah (Deal dan Peterson, 1990). Stolp dan Smith (1994) menyatakan bahwa budaya sekolah adalah pola makna yang dipancarkan secara historis yang mencakup norma, keyakinan, seremonial, ritual, tradisi dan mitos dalam derajat yang bervariasi oleh warga sekolah. Kultur sekolah adalah budaya sekolah yang menggambarkan pemikiran-pemikiran bersama ( shared ideas ), asumsi-asumsi ( asumsi ), nilai-nilai ( values ), dan keyakinan ( belief ) yang dapat identitas ( identity).) sekolah yang menjadi standar perilaku yang diharapkan. (Zamroni, 2009). Lembaga sekolah sebagai pihak internal harus membangun budaya sekolah berdasarkan pemikiran-pemikiran lembaga yang ditunjang oleh gaya kepemimpinan kepala sekolah, perilaku guru dan siswa serta pegawai dalam memberikan layanan kepada para siswa, orang tua, dan lingkungannya sebagai pihak eksternal. Kultur positif sekolah seharusnya menjadi kekuatan utama dalam mengarahkan seluruh warga sekolah menuju perubahan-perubahan positif. Pada umumnya setiap sekolah memiliki budaya sendiri namun sekolah yang berhasil adalah sekolah yang memiliki budaya positif yang sejalan dengan visi dan misi sekolah.

 Fungsi Budaya Sekolah

Adapun fungsi budaya sekolah adalah sebagai berikut:

     Dalam upaya meningkatkan mutu sekolah untuk terus menerus melakukan perbaikan, peningkatan kualitas sekolah. Kultur sekolah memegang peranan penting dalam peningkatan mutu karena memiliki empat fungsi, yaitu:

1. Sebagai alat untuk membangun identitas (jati diri).

2. Kultur sekolah akan mendorong warga sekolah untuk memiliki komitmen yang tinggi.

3. Kultur sekolah akan mendorong terbentuknya persaingan dan dinamika sosial yang berkualitas. Hal ini penting agar lingkungan sekolah menjadi kondusif tidak terganggu oleh konflik yang akan menghambat peningkatan mutu pendidikan.

4. Kultur sekolah akan membangun keberartian lingkungan yang positif bagi warga sekolah.

Mitra Sekolah Membangun Budaya Sekolah

          Dalam membangun kultur, sekolah tidak dapat berdiri sendiri tetapi memerlukan kerjasama dengan mitra kerja yaitu orang tua siswa, komite sekolah dan para pemangku kepentingan lainnya.

          Sekolah harus menjadi organisasi pembelajar yang melakukan pembelajaran untuk mencapai apa yang diinginkan, yakni dengan mengajak semua warga sekolah mengembangkan sistem dan pola berpikir yang lebih baik. Selain itu sekolah harus melakukan evaluasi diri agar menjadi dasar perencanaan untuk \membangun budaya yang tepat sesuai dengan kondisi nyata.

Pasti setiap warga sekolah akan berupaya membangun ruang lingkup sekolah agar sekolah menjadi indah dan bagus. 

Membangun Kultur Sekolah

1. Penetapan Visi, Misi, Tujuan dan Strategi Sekolah

          Sebagai lembaga pendidikan sekolah perlu merumuskan visi, misi, tujuan dan strategi. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 19 tahun 2007 tentang standar Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, visi adalah cita-cita pengelolaan bersama warga sekolah dan pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang yang mampu memberikan inspirasi, motivasi dan kekuatan pada warga sekolah dan pihak yang berkepentingan untuk mencapainya. Misi sekolah adalah segala sesuatu yang harus dilakukan untuk mewujudkan visi. Tujuan menggambarkan kualitas yang ingin dicapai dalam jangka waktu menengah. Strategi adalah cara-cara yang dilakukan sekolah untuk mencapai tujuan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

          Visi, misi, tujuan dan strategi sekolah perlu dijadikan sebagai dorongan untuk mendorong warga sekolah agar untuk melakukan setiap dalam rangka mencapai tujuan sekolah. 

2 . Membangun dan Memelihara Fisik Sekolah

          Kultur sekolah mencerminkan budaya dan perilaku dan moral sekolah sebagai sebuah lembaga. Terdapat tiga komponen yang dapat menggambarkan hal tersebut (Zamroni, 2009):

Artefak dan Simbol-simbol, bagaimana bangunan sekolah dihias, didekorasi dan dirawat,

Nilai-nilai ( values) , bagaimana warga sekolah berperilaku dan bertindak saat melakukan pekerjaan, berinteraksi dan berkomunikasi.

Asumsi-asumsi, adalah keyakinan termasuk agama yang secara tidak disadari dan alami yang dimiliki oleh setiap warga sekolah.

          Sekolah seyogyanya kontra agar komponen-komponen tersebut tidak menjadi produktif karena:

Menggunakan artifak dan simbol yang sudah rusak dan usang sehingga tidak memberikan kesan positif dan perhatian pada proses pembelajaran dan pendidikan untuk siswa.

Tidak atau kurang menerapkan nilai-nilai dalam setiap kegiatan sekolah, tidak membangun tanggung jawab dan toleransi dalam setiap kegiatan sekolah.

Memiliki asumsi, pendapat atau keyakinan yang berdampak negatif seperti:

         a. Sebuah. Pandangan yang memberikan label bahwa banyak siswa yang bodoh, tidak belajar, malas.

          b. Pendapat yang menyatakan bahwa orang tua siswa tidak peduli dengan pendidikan putra-putrinya.

          c. Asumsi yang menyatakan bahwa orang tua siswa sekarang tidak peduli tentang pendidikan.

Kultur sekolah tidak hanya dapat direfleksikan oleh bangunan fisik semata, namun juga oleh aspek psikologis yang dapat mengkondisikannya sebagai tempat belajar siswa dan guru mengajar.

3 . Penerapan Nilai-nilai dan Agama

          Sebagai sebuah organisasi, sekolah adalah lembaga yang tidak hanya memberikan pengajaran namun sangat penting untuk memberikan pendidikan kepada warganya. Para guru yang profesional melakukan untuk mengajar, membimbing, membimbing, melatih, menggerakkan mengarahkan para siswa agar kelak kelak menjadi manusia yang mandiri dan berbudi pekerti luhur. Diharapkan siswa kelak akan menjadi generasi yang akan ikut serta membangun dan memimpin bangsa. Sekolah sebuah organisasi dengan demikian perlu membangun budaya sekolah yang baik, sehat, dan positif.

          Dalam membangun kultur sekolah yang baik, sehat dan positif berdasarkan pengakuan bahwa manusia adalah makhluk Tuhan Yang Maha Esa sehingga segala sesuatu yang dilakukan selalu diniatkan untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama yang dianutnya. Keyakinan dan nilai-nilai agama akan memberikan Arahan untuk bekerja dan melakukan perbuatan yang diridhoiNya. Hal ini akan memberikan dampak positif warga sekolah agar segala perbuatannya tidak dapat diberikan kepada manusia semata tapi mendapatkan nilai lebih dari mata Tuhan Yang Maha Esa.

Mungkin hanya ini yang bisa saya paparkan kurang dan lebihnya mohon maaf

Wassalamualaikum wr.wb

Selasa, 08 Juni 2021

sumber belajar dan media pembelajaran saat covid-19

 


Nama: Abdul Halim/11901280

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

            Nah kali ini saya akan membahas tentang sumber belajar dan media pembelajaran, langsung saja ke pembahasan. Pertama-tama kita harus tau dulu apa itu sumber belajar, berikut penjelasannya.

            Belajar mengajar merupakan suatu proses dan suatu sistem yang tidak terlepas dari komponen-komponen lain yang saling berkaitan di dalamnya. Salah satu komponen dalam proses belajar mengajar adalah sumber belajar. Kata sumber belajar berarti suatu sistem atau perangkat materi yang sengaja diciptakan atau disiapkan dengan tujuan memberi kesempatan siswa untuk belajar

            Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, menjelaskan bahwa sumber belajar adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagian atau secara keseluruhan.

Itulah sedikit penjelasan mengenai pengertian sumber belajar, baik pengertian secara umum maupun pengertian menurut ahli, sekarang lanjut ke fungsi sumber belajar. Langsung saja kepembehasannya.

Fungsi sumber belajar

Fungsi sumber belajar adalah meningkatkan perkembangan anak didik dalam berbahasa dan berkomunikasi dengan mereka tentang hal-hal yang berhubungan dengan sumber belajar atau hal lain. Sedapat mungkin anak didik dilatih untuk bercerita tentang kejadian yang ia lihat, dengar, atau hal-hal lain yang ia rasakan.

Menurut Zainuddin, HRL, dkk, fungsi sumber belajar adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan produktifits pendidkan, dengan jalan:

Mempercepat laju belajar dan membantu guru / dosen untuk menggunakan waktu secara lebih baik.

Mengurangi beban guru/dosen dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah belajar peserta didik/mahasiswa.

  1. Memberikan kemungkinan pendidikan yang bersifat individual, jalannya:

Mengurangi kontrol guru/dosen yang kaku dan tradisional.

Memberikan kesempatan bagi peserta didik/mahasiswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya.

  1. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pengajaran dengan jalan:

Perencanaan program pendidikan yang lebih sistematis

Pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian.

  1. Lebih memantapkan pengajaran, dengan jalan:

Meningkatkan kemampuan manusia dengan berbagai media komunikasi

Penyajian informasi dan data secara lebih konkrit.

  1. Memungkinkan belajar secara seketika, karena dapat:

Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya konkrit.

Memungkinkan penyajian pendikan lebih luas, terutama dengan adanya media massa, dengan jalan: Pemanfaatan bersama secara lebih luas tenaga ataupun kejadian yang langka & penyajian informasi yng mampu menembus batas geografis.

 Nah itulah fungsi sumber belajar menurut ahli.

            Pada hakikatnya, alam semesta ini merupakan sumber belajarbagi manusia sepanjang masa. Jadi, konsep sumber belajar memiliki makna yang sangat luas, meliputi segala yang ada dijagat raya ini. Menurut Assosiasi Teknologi Komunikasi Pendidikan/AECT, sumber belajar adalah meliputi semua sumber baik berupa data, orang atau benda yang dapat digunakan untuk memberi fasilitas (kemudahan) belajar bagi peserta didik. Oleh karena itu, sumber belajar adalah semua komponen sistem intruksional baik yang secara khusus dirancang maupun yang menurut sifatnya dapat dipakai atau dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran.

            Pertama, sumber belajar yang dirancang atau secara sengaja dibuat atau dipergunakan untuk membantu belajar mengajar, biasa disebut learning resources by design, (sumber belajar yang dirancang). Sumber belajar semacam ini sering disebut bahan pembelajaran. Misalnya bukupelajaran, modul, brosur, ensiklopedi, program audio, program slide suara, film, video, slides, film strips, transparansi (OHT). Semua perangkat keras ini memang secara sengaja dirancang guna kepentingan  pengajaran.

Kedua, sumber belajar yang dimanfaatkan guna memberi kemudahan seseorang dalam belajar berupa segala macam sumber belajar yang ada disekitar lingkungan kita, sudah tersedia dan tinggal dimanfaatkan. Sumber belajar tersebut tidak dirancang untuk kepentingan tujuan suatu kegiatan pengajaran, namun dapat ditemukan, dipilih dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sumber belajar ini disebut learning resources by utilization. Misalnya taman, pasar, toko, museum, kebun binatang, waduk, sawah, terminal, surat kabar, siaran televise, film, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, tenaga ahli, pemuka agama, olahragawan, dan sebagainya yang ada di lingkungan sekitar yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar.

Adapun macam-macam sumber belajar sebagai berikut:

Menurut Asosiasi Teknologi Komunikasi Pendidikan (AECT), sumber belajar adalah semua sumber (baik berupa data, orang atau benda) yang dapat digunakan untuk memberi fasilitas (kemudahan) belajar bagi siswa. Sumber belajar itu meliputi pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan lingkungan/latar.

1.      Sumber belajar pesan

2.      Sumber belajar manusia

3.      Sumber belajar bahan (materials)

4.      Sumber belajar peralatan (device)

5.      Sumber belajar teknik/metode

6.      Sumber belajar lingkungan (setting)

  1. Sumber belajar pesan

            Pesan (message), adalah informasi pembelajaran yang akan disampaikan yang dapat berupa ide, fakta, ajaran, nilai dan data. Pesan adalah informasi pembelajaran yang akan disampaikan yang dapat berupa ide, fakta, ajaran nilai dan data. Maksudnya segala informasi yang harus disalurkan oleh komponen, selain guru, yang berbentuk ide, fakta, pengertian dan data.

Pesan merupakan sumber belajar yang meliputi:

a. Pesan formal, yaitu pesan yang dikeluarkan oleh lembaga resmi seperti pemerintah atau pesan yang disampaikan guru dalam situasi pembelajaran. Pesan-pesan ini selain disampaikan secara lisan juga dibuat dalam bentuk dokumen, seperti kurikulum, peraturan pemerintah, perundangan, silabus dan sebagainya.

b. Pesan non formal yaitu pesan yang ada di lingkungan masyarakat luas yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran, misalnya cerita rakyat, legenda, ceramah oleh tokoh masyarakat dan ulama, prasasti, relief-relief pada candi, kitab-kitab kuno dan peninggalan sjarah yang lain.

  1. Sumber belajar manusia

 

           Orang (people), adalah manusia yang berperan sebagai pencari, penyimpan, pengolah, dan penyaji pesan. Contohnya guru, dosen, tutor, pustakawan, laboran, instruktur, widyaiswara, pelatih olah raga, tenaga ahli, produser, peneliti dan masih banyak lagi, bahkan termasuk peserta didik itu sendiri.

  1. Sumber belajar bahan (materials)

            Bahan adalah merupakan perangkat lunak (software) yang mengandung pesan-pesan pembelajaran yang biasanya disajikan melalui peralatan tertentu. Contohnya, buku teks, modul, transparansi (OHT), kaset progam audio, kaset progam video, progam slide suara, programmed instruction, CAI (pembelajaran berbasis komputer), film dan lain-lain.

  1. Sumber belajar peralatan (device).

            Alat adalah perangkat keras (hardware) yang digunakan untuk menyajikan pesan yang tersimpan dalam bahan. Contohnya, OHP, proyektor slide, tape recorder, video/CD player, komputer, proyektor film dan lain-lain

  1. Sumber belajar teknik/metode

            Teknik adalah prosedur atau langkah-langkah tertentu yang disiapkan dalam menggunakan bahan, alat, lingkungan dan orang untuk menyampaikan pesan. Misalnya demonstrasi, diskusi, praktikum, pembelajaran mandiri, sistem pendidikan terbuka/jarak jauh, tutorial tatap muka dan sebagainya.

  1. Sumber belajar lingkungan (setting)

            Latar/lingkungan adalah situasi di sekitar terjadinya proses pembelajaran tempat peserta didik menerima pesan pembelajaran. Lingkungan dibedakan menjadi dua macam, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan nonfisik. Lingkungan fisik contohnya, gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, aula, bengkel dan lain-lain. Sedangkan lingkungan nonfisik contohnya, tata ruang belajar, ventilasi udara, cuaca, suasana, lingkungan belajar dan lain-lain.

            Sumber belajar yang bisa dimanfaatkan oleh guru khususya dalam setting proses pembelajaran di dalam kelas di antaranya adalah:
1. Manusia Sumber, Manusia merupakan sumber utama dalam proses pembelajaran. Misalkan untuk mempelajari undang-undang lalu lintas, guru bisa menggunakan polisi lalu lintas sebagai sumber utama siswa;

2. Alat dan Bahan Pengajaran, adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk membantu;

3. Berbagai Aktivitas dan Kegiatan, Yang dimaksud aktivitas adalah segala perbuatan yang sengaja dirancang untuk memfasilitasi kegiatan belajar seperti kegiatan diskusi, demonstrasi, simulasi, melakukan percobaan dan lain sebagainya;

4. Lingkungan atau Setting, adalah segala sesuatu yang dapat memungkinkan siswa belajar. Misalnya, gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, taman, kantin sekolah, dan lain sebagainya.

bahwa sumber belajar adalah segala daya yang dapat dimanfaatkan guna memberi kemudahan kepada seseorang dalam belajarnya. Sedangkan lingkungan adalah sesuatu yang ada di alam sekitar yang memiliki makna atau pengaruh tertentu kepada individu. Sumber belajar banyak jenisnya, akan tetapi sumber belajar yang bahas disini adalah sumber belajar berupa. lingkungan (setting) yaitu situasi sekitar dimana pesan disalurkan/ditransmisikan. Contohnya: ruangan kelas, studio, perpustakaan, auditorium, aula, taman, kebun, pasar, museum, toko. Akan tetapi madrasah yang dijadikan sebagai lokasi penelitian menggunakan sumber belajar berupa lingkungan (setting) berupa ruangan kelas, perpustakaan dan laboratorium agama.

Media pembelajaran saat covid-19

            Saat ini Corona menjadi pembicaraan yang hangat. Di belahan bumi manapun, corona masih mendominasi ruang publik. Dalam waktu singkat saja, namanya menjadi trending topik, dibicarakan di sana-sini, dan diberitakan secara masif di media cetak maupun elektronik. Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menyebabkan penyakit menular ke manusia.

            Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Walaupun lebih banyak menyerang ke lansia, virus ini sebenarnya bisa juga menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Virus corona ini bisa menyebabkan ganguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.

            Sebagai upaya untuk mencegah pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah meminta siswanya untuk belajar di rumah. Handphone adalah salah satu media untuk bisa berinteraksi dengan mudah, ada handphone semuanya aman, dari handphone kita bisa mengakses media pembelajaran yang lainnya, seperti classroom, wa grup dan Google meet.

            Dengan classroom, wa grup dan Google meet, semua siswa bisa dengan mudah mengakses pembelajaran dan informasi lainnya. Ini adalah beberapa Contoh media yang di gunakan. Classroom, hampir semua warga sekolah menggunakan aplikasi pembelajaran classroom, classroom juga mudah di akses dan tidak banyak memakan kouta internet.

            Wa grup, pasti semua kalangan orang menggunakan wa, apalagi teknologi semakin canggih, tujuan di buatnya wa grup adalah untuk mempemudah komunikasi antara siswa dan guru, segala penyampaian tugas dan informasi lainnya, aplikasi wa juga sangat mudah untuk mengakses nya. Google meet, nah sebagian guru-guru ad yg menggunakan Google Meet, kenapa? Google sangat mudah untuk digunakan, karena Google meet bisa tatap muka online, jadi guru-guru menggunakan ny hanya di waktu praktek saja agar guru tau tentang kompetensi yang telah di dapat oleh siswa nya.

Nah itulah sedikit penjelasan tentang sumber belajar dan media pembelajaran saat covid-19. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wassalamualaikum wr.wb

Terima Kasih

 

 

Senin, 19 April 2021

Pembelajaran Online (Daring)

 

     


              

Nama: Abdul Halim

Assalamualaikum wr.wb

Tema kali ini adalah tentang pembelajaran online (daring)

Kita harus tau terlebih dalhulu apa itu covid 19. Pandemi covid 19 menyebar sejak akhir tahun 2019 hingga kini di beberapa wilayah dengan masa berbeda, hingga menyebar ke beberapa negara telah berjuang melawan serangan Covid yang tidak pandang bulu. Wuhan adalah salah satu kota di China sebagai tempat domisili penderita covid yang pertama kali ditemukan sebelum virus ini berstatus pandemi. Berita dan informasi pergerakan penyebaran virus tersebut telah mewarnai berbagai laman media karena jalur sebarannya kian hari semakin massif. Setiap negara yang telah lebih dulu diserang covid 19 menjadi model bagi negara lain dalam melakukan tindakan preventif penyebaran covid 19, meskipun terdapat perbedaan tatanan politik, sosial, budaya, ekonomi dan pendidikan pada setiap negara tersebut. Pemerintah Indonesia telah banyak mengeluarkan kebijakan terkait pencegahan penyebaran Covid 19 yang berdampak pada kondisi internal dan eksternal wilayah pemerintahan Indoneisa. Salah satu keputusan pemerintah yang memberi dampak luas adalah kebijakan pada segmen pendidikan, baik pada komponen praktisi maupun pada komponen regulative dan lingkungan. Kebijakan dari hulu ke hilir tersebut bersinergi dengan kebutuhan dan kepentingan pencegahan penyebaran Covid 19. Dampak ini saling bersinggungan antar segmen dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara.

            Terkait pelaksanaan pembelajaran berbasis daring pada jenjang pra sekolah hingga pendidikan tinggi. Penyelenggaraan sistem pendidikan mengalami transformasi dalam berbagai lini kegiatan, termasuk kegiatan pembelajaran yang seluruhnya terpaksa berlangsung secara online.

            Pelaksaan sistem pembelajaran pada satuan pendidikan mengalami perubahan bentuk operasional yang digeneralisasi melalui kebijakan pembelajaran dan mengikut pada kebijakan sosial, yaitu instruksi social distancing hingga berujung pada himbauan lockdown. Respon masyarakat terhadap kebijakan tersebut sangat variatif, pada awalnya terbatas pada kondisi sensitisasi, kondisi ini dapat membuat setiap individu akan lebih responsif terhadap aspek tertentu pada lingkungan. Aspek tersebut adalah perubahan yang dilahirkan oleh pembatasan sosial tersebut. Menilik teori generalisasi dan diskriminasi maka respon tersebut terpetakan secara alami. Gerakan massif pembatasan sosial terjadi pada komunitas terkecil (keluarga) hingga pada komunitas terbesar (masyarakat).

Social distancing memberi pembatasan ruang dan waktu terhadap segenap kegiatan rutin dalam sistem pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan, mulai pra sekolah, sekolah dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi. Banyak hal yang terlihat jelas setelah menyimak perubahan sistem pembelajaran pada setiap jenjang tersebut. Pembelajaran lasimnya berlangsung di ruang kelas dengan jadwal tertentu berubah menjadi pembelajaran di ruang masing-masing dengan waktu yang tidak praktis sesuai jadwal pembelajaran. Inilah yang lahir sebagai dampak dari himbauan pembatasan sosial, selanjutnya menciptakan pembatasan operasional pendidikan. Kondisi ini lebih popular dengan istilah pembelajaran “daring” (pembelajaran dalam jaringan) yang sebelumnya juga sudah sangat familiar dan sering dilakukan, namun sebagai alternatif di antara beberapa bentuk pembelajaran yang lebih efektif.

            Pembelajaran daring sebagai pilihan tunggal dalam kondisi pencegahan penyebaran covid 19 memberi warna khusus pada masa perjuangan melawan virus ini. Bahkan bentuk pembelajaran ini juga dapat dimaknai pembatasan akses pendidikan. Pendidikan yang lumrah berlangsung dengan interaksi langsung antar unsur (pendidik dan tenaga kependidikan dan peserta didik) beralih menjadi pembelajaran interaksi tidak langsung. Pembatasan interaksi langsung dalam pendidikan terkadang terjadi pada situasi tertentu namun tidak dalam rangka pembatasan sosial seperti yang masyarakat jalani sebagai upaya pencegahan penyebaran virus. Pembatasan ini membawa dampak potitif dan negatif dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Pembatasan sosial memberi dampak pada kebijakan penyelenggaraan pendidikan, pembelajaran harus diupayakan tetap berlangsung dengan berbagai konsekuensi yang ditimbulkan. Hal ini sangat berpengaruh pada masa adaptasi akibat perubahan mekanisme dan sistem pembelajaran tersebut.

            Kondisi pembelajaran pada masa pandemi harus dapat dimanfaatkan dengan perubahan pola berpikir, pola belajar, pola inteksi ilmiah yang lebih bermakna sehingga kekakuan dalam menyikapi masa Covid 19 dapat dimaksimalkan dengan produktivitas yang mencirikan kebermaknaan. Perasaan pobia diminimalisir dengan optimis bahwa seluruh aktivitas tetap berlangsung dengan protokol kesehatan tatanan baru (new normal), khususnya dalam segmen penyelenggaraan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah hingga pendidikan tinggi. Setiap individu harus tanggap terhadap keterbatasan di masa pandemi. untuk tetap produktif dalam bidangnya dan memaknai kondisi pandemi ini sebagai bagian dari perubahan yang tetap harus mengedepankan sikap dan prilaku representatif pada tatanan baru untuk menciptakan ruang belajar bervariasi. Memang di masa pandemi seperti ini cara satu-satunya adalah dengan pembelajaran online, memang banyak anak-anak, bahkan mahasiswa yang mengeluh dengan pembelajaran online, alasannya tugas nya banyak, susah untuk saling sharing, susah ketemu teman dll. Semua orang juga pengen belajar tatap muka seperti biasanya, rindu dengan suasana sekolah atau kampus rindu dengan candaan dengan teman-teman, kita hanya bisa bersabar menghadapi musibah pandemi ini,tanamkan rasa ingin belajar dalam diri kita sendiri agar bisa saling menguatkan untuk tetap menuntut ilmu.

Penerapan sistem pembelajaran daring

Menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka, tetapi melalui platform yang telah tersedia. Segala bentuk materi pelajaran didistribusikan secara online, komunikasi juga dilakukan secara online, dan tes juga dilaksanakan secara online. Sistem pembelajaran melalui daring ini dibantu dengan beberapa aplikasi, seperti Google Classroom, Google Meet, Edmudo dan Zoom.

Sebuah kondisi dikatakan daring apabila memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:

1.    1. Di bawah pengendalian langsung dari alat yang lainnya

2.  2. Di bawah pengendalian langsung dari sebuah sistem

3.   3. Tersedia untuk penggunaan segera atau real time.

4.    4.  Tersambung pada suatu sistem dalam pengoperasiannya,

5.     5. Bersifat fungsional dan siap melayani

Selama pelaksanaan model daring, siswa memiliki keleluasaan waktu untuk belajar.  siswa dapat belajar kapan pun dan di mana pun, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. siswa juga dapat berinteraksi dengan guru pada waktu yang bersamaan, seperti menggunakan video call atau live chatPembelajaran daring dapat disediakan secara elektronik menggunakan forum atau message.

Belajar secara daring tentu memiliki tantangannya sendiri. Siswa tidak hanya membutuhkan suasana di rumah yang mendukung untuk belajar, tetapi juga koneksi internet yang memadai. Namun, proses pembelajaran yang efektif juga tak kalah penting.

Banyak cara untuk kita melaksanakan pembelajaran online, semuanya akan mudah ketika dilakukan dengan ikhlas, kembali lagi kepada pendidiknya masing-masing, ilmu harus terus disampaikan walaupun ada rintangan yang menghalang, tetap semangat dan terus berjuang.

 

            Cara belajar online/daring seperti ini bisa dikatakan adalah cara belajar yang baru di dunia pendidikan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Tentunya sebagai sesuatu yang baru pasti ada kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugian yang dirasakan dengan adanya sistem belajar online seperti ini.
Berikut adalah kelebihan dari sistem belajar online:

1.      Waktu belajar lebih singkat
Dengan mudahnya mengakses materi pembelajaran atau mengikuti video tatap muka, maka para pelajar memiliki waktu yang lebih cepat untuk belajar, apalagi belajarnya hanya di rumah, sehingga tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk pergi ke kampus atau sekolah seperti biasa. Selain itu, para pelajar tidak memerlukan waktu lagi untuk menunggu pengajar yang kadang datangnya "ngaret" sehingga memerlukan banyak waktu yang terbuang.

2.      Pendidikan Indonesia lebih maju
Dengan adanya sistem belajar seperti ini setidaknya pendidikan Indonesia lebih maju walaupun sedikit. Salah satu kemajuannya, yaitu pendidikan Indonesia sudah bisa memanfaatkan teknologi yang ada dan cara belajar pendidikan di Indonesia lebih bervariatif dengan adanya belajar online.

3.      Siswa bisa mengembangkan diri
Belajar online yang tidak memakan waktu banyak dapat membuat pelajar bisa mengembangkan diri pada hal lain, seperti membaca, menulis atau menggambar. Dengan begitu para pelajar tidak hanya sekadar belajar saja, atau mencari ilmu saja, tapi bisa mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.

Berikut adalah kekurangan dari sistem belajar online:

1.      Tugas-tugas menumpuk
Meski belajar di rumah para pelajar tidak bisa hidup tenang, karena harus menghadapi tugas-tugas yang diberikan oleh pengajar. Waktu di rumah dihabiskan untuk mengerjakan tugas-tugas menumpuk. Para pengajar memberikan tugas agar para pelajar tetap mendapat nilai, dan materi pembelajaran.

2.      Menghabiskan banyak data internet/kuota
Para siswa yang biasanya membeli paket internet sebulan sekali, kini bisa membeli paket internet dua sampai tiga kali dalam waktu sebulan. Selain itu yang memakai wi-fi juga berpengaruh, karena batas internet yang sudah ditentukan mengalami pemakaian berlebihan ditambah kadang wi-fi bermasalah, entah dari perusahaan atau hal lain.

3.      Materi pembelajaran sulit di dapat
Sistem belajar online memang lebih menghemat waktu, tapi belum tentu belajar online lebih efektif dalam penerimaan materi pembelajaran bagi para pelajar. Banyak yang mengeluhkan cara belajar online hanya memberikan tugas-tugas yang menumpuk, yang menambah stress para pelajar selama di rumah. Selain itu kondisi di dalam rumah yang kondusif mungkin bisa membuat seseorang menerima pelajaran atau tidak. Jika kondusif mungkin akan lebih mudah menerima pembelajaran, tapi seandainya rumah kurang kondusif para pelajar akan kesulitan menerima pelajaran.

4.      Adu pendapat yang sulit
Jika di sekolah atau di kampus ada sesuatu yang sulit dimengerti atau terjadi perbedaan pendapat mungkin akan lebih muda didiskusikan, namun dalam hal belajar online akan terasa sulit. Mengapa? Karena dalam cara belajar tersebut jika ada satu yang bicara, ada kemungkinan yang lain bicara dan pengajar sulit untuk mengontrol situasi ketika banyak yang bicara, dengan kata lain suara di dalam video pertemuan saling tumpang tindih. Selain itu, bagi mereka pelajar yang memiliki koneksi jaringan buruk atau ponsel yang "sedikit rusak" akan kesulitan mendengar audio yang saling tumpang tindih tersebut.

            Sudah kurang lebih setahun ini semua pendidikan menerapkan pembelajaran online, kita hanya bisa bersabar dan berdoa semoga pandemi ini bisa segera berakhir agar kita bisa beraktivitas normal seprti biasanya. Tetap semangat menuntut ilmu walaupun covid 19 ini menyerang dan belum berakhir. Selalu terapkan protokol kesehatan jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan dan kurangi aktivitas di luar rumah. *sekian dan terima kasih, wassalamualaikum wr.wb*

 

Senin, 12 April 2021

Pendidikan


 Abdul Halim 

Tema: pendidikan 

Assalamualaikum wr.wb 

Kali ini saya akan membahas tentang pendidikan,

        Pendidikan adalah milik semua orang. Tak satupun orang yang tidak berhak mengenyam pendidikan. Entah pria maupun wanita, semuanya sama-sama memiliki hak untuk mendapatkan  pendidikanTidak hanya pendidikan umum saja yang kita tempuh atau pelajari tapi pendidikan agama juga kita pelajari, karena pendidikan umum dan agama sangat penting bagi kehidupan kita semua, jadi harus tau semuanya, paham dengan pendidikan umum dan paham juga dengan pendidikan agamanya. jika kita benar-benar mununtut ilmu dan kemudian kita sampaikan kepada orang ramai insyaallah akan menjadi amal jariyah bagi kita juga. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna karena diciptakan dengan akal dan pikiran. Dengan akal dan pikiran tersebut, manusia dapat berpikir dan belajar bagaimana caranya membuat diri mereka agar menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi kehidupan ini karena pada dasarnya manusia diciptakan untuk menjadi khilafah di muka bumi. Oleh karena itulah manusia harus menggunakan pemberian Allah SWT yang berupa akal dan pikiran untuk mencari ilmu yang ada di dalam dunia ini.

     Dalam alquran, Allah SWT juga menjanjikan kemuliaan bagi orang yang berilmu, yaitu akan diangkat derajatnya oleh Allah. “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Q.S Al-Mujadilah: 11). Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan terpenting dalam membentuk karakter suatu bangsa. Maju tidaknya suatu bangsa tergantung dari pendidikannya. Semakin baik kualitas pendidikan semakin baik pula karakter suatu bangsa. Pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. 

     Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

   Pengertian yang sederhana dan umum makna pendidikan sebagai “Usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada didalam masyarakat dan kebudayaan”. Usaha-usaha yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai dan norma-norma tersebut serta mewariskan kepada generasi berikutnya untuk dikembangkan dalam hidup dan kehidupan yang terjadi dalam suatu proses pendidikan sebagai usaha manusia untuk melestarikan hidupnya. Orang berpendidikan akan tercermin dari tingkah laku dan perbuatan. Kebanyakan orang yang berhasil dalam menuntut ilmu akan memiliki sopan santun dan tingkah laku yang baik selain memiliki ilmu pengetahuan yang sangat luas.

       Pendidikan sangat penting bagi seluruh manusia, kenapa sangat penting? Karena pendidikan adalah jalan untuk menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun yang lainnya. Apalagi bagi umat islam menuntut ilmu itu sangat dianjurkan, nabi pun telah menyampaikan dalam hadits nya yaitu menuntut ilmu itu dimulai sejak lahir hingga akhir hayat. Uthlubul 'ilma minal mahdi ilal lakhdi. Artinya: “Tuntutlah ilmudari buaian (bayi) hingga liang lahat.” "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim. Allah SWT sangat menyukai hambanya yang pandai, dan Allah SWT akan lebih senang lagi jikalau hambanya dapat mengajarkan dan membagikan kepada orang lain. Ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak adalah salah satu dari tiga amalan yang tidak terputus, walaupun kita telah meninggal. Oleh karena itu, berlomba-lombalah kita dalam menuntut ilmu. Karena sudah banyak firman-firman Allah SWT didalam Al-qur’an yang menjelaskan tentang pentingnya menuntut ilmu. Menuntut ilmu bukan saja tentang sebuah dakwah yang tujuannya untuk mendapatkan pahala, tetapi juga sebagai satu pegangan kita saat memutuskan suatu masalah dalam menjalani kehidupan dunia. Jika kita memiliki ilmu yang cukup, kita mampu untuk memutuskan dengan berbagai pertimbangan yang akan menghasilkan keputusan yang terbaik.

     Tujuannya dalam menuntut ilmu adalah tercapai setelah usaha selesai atau kegiatan selesai. Pendidikan merupakan usaha dan kegiatan yang berproses melalui tahap-tahap dan tingkatan-tingkatan, sehingga tujuannya bertahap dan bertingkat. Tujuan pendidikan bukanlah suatu benda berbentuk tetap dan statis. Tetapi merupakan keseluruhan dari kepribadian seseorang, menyangkut seluruh aspek kehidupannya. Karena itu dapat dipahami bahwa kedudukan pendidikan agama dalam membangun manusia seutuhnya sangatlah penting menuntut ilmu sangat penting bagi kita semua karena akan menjadi bekal kita semua untuk menghadapi kehidupan didunia ini. imam syafi'i pernah berpesan, tuntutlahn ilmu sampai ke negri cina. jadi menuntut ilmu itu bukan hanya sekedar ingin pintar tapi memang sudah menjadi kewajiban bagi kita semua. tujuan dari pendidika itu sendiri adalah hanya untuk memintarkan anak bangsa, jika anak-anak tidak berproses dalam dunia pendidikan, kemungkinan pengetahuannya tentang akan kurang karena kurangnya pengetahuan juga. 

      Islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan memberikan perhatian khusus dalam masalah ilmu. Rasulullah Muhammad SAW bahkan mengatakan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, utamanya masalah ilmu agama. Pendidikan agama sebagai usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan, dan keterampilan kepada generasi muda agar menjadi manusia bertakwa kepada Allah. pendidikan agama Islam sebagai sistem pendidikan yang dapat memberikan kemampuan seseorang untuk memimpin kehidupannya sesuai dengan cita-cita Islam, sampaikan kepada anak-anak muda sekarang agar selalu berusaha untuk menuntut ilmu agar anak-anak muda bisa paham dan bisa tau tentang ilmu yang di pelajarinya, terus sampaikan untuk semangat menempuh pendidikan, tuntut terus ilmu sampai kemana pun, insyaallah allah akan memudahkan hambanya yang serius dalam menuntut ilmu.

     Ajari anak-anak kita pendidikan agama islam, sampaikan kepadanya bahwa ilmu agama sangat penting bagi kita, masukkan anak-anak kita kepondok pesantren agar mereka mengetahui dengan luas ilmu agama yang di pelajarinya. bagi ummat islam tidak hanya menuntut pendidikan umum saja tapi pelajari juga tentang agama karena kalau kita tau tentang agama kita sendiri insyaallah kita tidak akan dibodohi oleh orang, justru kita kita akan mudah berdakwa menyampaikan ajaran allah kepada umat islam lainnya, bermanfaat bagi kita dan bagi masyarakat. jadilah orang aktif sehingga kita bisa mengembangkan ilmu pengetahuan yang sudah kita dapatkan. Cara ini membuat kita lebih cepat berkembang dibandingkan hanya mengandalkan orang lain untu memberimu ilmu pengetahuan.

     Di dalam Islam, menuntut ilmu juga merupakan suatu ibadah kepada Allah dan terdapat beberapa matlamat tertentu dalam proses menuntut ilmu. Sama halnya di dalam agama lainnya, menuntut ilmu menjadi bagian penting yang harus dilakukan setiap individuPendidikan Agama pada jenjang pendidikan sekolah memiliki tujuan untuk memberikan kemampuan dasar terhadap peserta didik tentang agama Islam dalam mengembangkan kehidupan beragamanya. Dari itu diharapkan nantinya menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt, berakhlak mulia sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan sebagai umat manusia. kita boleh bodoh tentang metematika, fisika, dll, tapi kita tidak boleh bodoh dengan agama kita sendiri, insyaallah akan menjadi amal jariyah bagi kita semua, dalam hadits nabi sampaikanlah dariku walau satu ayat. tujuan pendidikan cuman satu yaitu memausiakan manusia. jangan sia-siakan rahmat dan nikmat yang Allah berikan kepada kita semua, kita diberikan kemampuan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, manfaatkan dengan baik. 

     Dengan ilmu, manusia dapat mengubah kehidupan diri kita menjadi lebih baik. Contohnya, pada jaman dahulu semua hal sangat susah untuk dilakukan. Misalnya dalam hal transportasi, kita membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke tempat lain. Tetapi saat ini karena manusia terus belajar dan menuntut ilmu, tekhnologi transportasi ditemukan sehingga membuat manusia dapat berpergian ke tempat yang sangat jauh dalam waktu yang singkat. Ada banyak sekali aspek-aspek kehidupan ini yang telah membaik berkat ilmu. Selain itu, dengan ilmu kita juga dapat membuat kita jauh dari api neraka. Ilmu membuat kita dapat membedakan perbuatan yang baik dan buruk. Apabila kita memiliki ilmu, tentu kita tidak akan mau melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain karena pada dasarnya orang yang berilmu selalu menggunakan otak mereka. Terlebih lagi, dengan ilmu pula kita dapat bermanfaat bagi orang lain. Sesungguhnya sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Dengan tidak melakukan perbuatan yang tidak baik dan bermanfaat bagi orang lain membuat kita terhindar dari api neraka. Dalam mencari ilmu, Allah sendiri pernah menguji para Malaikat-malaikat-Nya. Bahwa ternyata tidakada seseorangpun di dunia ini yang mempunyai ilmu pengetahuan, kecuali hanya Allah. Dan sebagian ilmu yang kita miliki ini adalah titipan Allah. Bahkan Malaikat pun tidak akan memiliki ilmu pengetahuan, selain apa yang telah diajarkan kepadanya. Oleh karena itu kita tidak boleh sombong dengan pengetahuan yang kita miliki. Bahkan dengan apapun yang kita miliki tidak boleh sombong.

     Tidak ada batasan waktu untuk terus belajar, bahkan ketika kita sudah ada di usia dewasa bahkan usia tua, teruslah tetap belajar. Diibaratkan anak muda yang berhenti belajar seolah-olah orang lanjut usia dengan pikiran yang sudah pikun. Namun, jika seseorang terus menerus belajar, dia seperti anak muda dengan semangat belajar yang luar biasa. Banyak hal yang perlu dipelajari. Belajar tidak harus mengenai materi pelajaran formal di sekolah, namun ada  banyak hal yang perlu kita ketahui. Masa depan cemerlang bisa dicapai dengan menuntun ilmu dengan rajin. Selagi masih ada kesempatan, gunakan waktu kita untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya.

     Banyak diluar sana orang-orang yang belum bisa melanjutkan pendidikannya karena berbagai faktor, berbanggalah kita karrna masih bisa berpendidikan tinggi, manfaatkan rahmat yang di berikan oleh allah kepada kita cari ilmu sebanyak-banyaknya, jadilah anak muda yang berbakti, dan berguna bagi bangsa, agama dan negara.  Tetap semangat dalam menempuh pendidikan, jangan mudah menyarah, terus berjuang demi cita-cita yang harus dikejar, ketika capek atau lelah menuntut ilmu maka istirahatlah sejenak lalu lanjutkan lagi, capek boleh menyerah jangan. *SEMANGAT*