Nama: Abdul Halim
Assalamualaikum wr.wb
Tema kali ini adalah
tentang pembelajaran online (daring)
Kita harus tau terlebih
dalhulu apa itu covid 19. Pandemi covid 19 menyebar sejak akhir tahun 2019
hingga kini di beberapa wilayah dengan masa berbeda, hingga menyebar ke
beberapa negara telah berjuang melawan serangan Covid yang tidak pandang bulu.
Wuhan adalah salah satu kota di China sebagai tempat domisili penderita covid
yang pertama kali ditemukan sebelum virus ini berstatus pandemi. Berita dan
informasi pergerakan penyebaran virus tersebut telah mewarnai berbagai laman
media karena jalur sebarannya kian hari semakin massif. Setiap negara yang
telah lebih dulu diserang covid 19 menjadi model bagi negara lain dalam
melakukan tindakan preventif penyebaran covid 19, meskipun terdapat perbedaan
tatanan politik, sosial, budaya, ekonomi dan pendidikan pada setiap negara
tersebut. Pemerintah Indonesia telah banyak mengeluarkan kebijakan terkait
pencegahan penyebaran Covid 19 yang berdampak pada kondisi internal dan
eksternal wilayah pemerintahan Indoneisa. Salah satu keputusan pemerintah yang
memberi dampak luas adalah kebijakan pada segmen pendidikan, baik pada komponen
praktisi maupun pada komponen regulative dan lingkungan. Kebijakan dari hulu ke
hilir tersebut bersinergi dengan kebutuhan dan kepentingan pencegahan
penyebaran Covid 19. Dampak ini saling bersinggungan antar segmen dalam
kehidupan beragama, bermasyarakat dan bernegara.
Terkait
pelaksanaan pembelajaran berbasis daring pada jenjang pra sekolah hingga
pendidikan tinggi. Penyelenggaraan sistem pendidikan mengalami transformasi
dalam berbagai lini kegiatan, termasuk kegiatan pembelajaran yang seluruhnya
terpaksa berlangsung secara online.
Pelaksaan
sistem pembelajaran pada satuan pendidikan mengalami perubahan bentuk
operasional yang digeneralisasi melalui kebijakan pembelajaran dan mengikut
pada kebijakan sosial, yaitu instruksi social distancing hingga
berujung pada himbauan lockdown. Respon masyarakat terhadap kebijakan tersebut
sangat variatif, pada awalnya terbatas pada kondisi sensitisasi, kondisi ini
dapat membuat setiap individu akan lebih responsif terhadap aspek tertentu pada
lingkungan. Aspek tersebut adalah perubahan yang dilahirkan oleh pembatasan
sosial tersebut. Menilik teori generalisasi dan diskriminasi maka respon
tersebut terpetakan secara alami. Gerakan massif pembatasan sosial terjadi pada
komunitas terkecil (keluarga) hingga pada komunitas terbesar (masyarakat).
Social
distancing memberi pembatasan ruang dan waktu terhadap segenap kegiatan rutin
dalam sistem pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan, mulai pra sekolah,
sekolah dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi. Banyak hal yang terlihat
jelas setelah menyimak perubahan sistem pembelajaran pada setiap jenjang tersebut.
Pembelajaran lasimnya berlangsung di ruang kelas dengan jadwal tertentu berubah
menjadi pembelajaran di ruang masing-masing dengan waktu yang tidak praktis
sesuai jadwal pembelajaran. Inilah yang lahir sebagai dampak dari himbauan
pembatasan sosial, selanjutnya menciptakan pembatasan operasional pendidikan.
Kondisi ini lebih popular dengan istilah pembelajaran “daring” (pembelajaran
dalam jaringan) yang sebelumnya juga sudah sangat familiar dan sering
dilakukan, namun sebagai alternatif di antara beberapa bentuk pembelajaran yang
lebih efektif.
Pembelajaran
daring sebagai pilihan tunggal dalam kondisi pencegahan penyebaran covid 19 memberi
warna khusus pada masa perjuangan melawan virus ini. Bahkan bentuk pembelajaran
ini juga dapat dimaknai pembatasan akses pendidikan. Pendidikan yang lumrah
berlangsung dengan interaksi langsung antar unsur (pendidik dan tenaga
kependidikan dan peserta didik) beralih menjadi pembelajaran interaksi tidak
langsung. Pembatasan interaksi langsung dalam pendidikan terkadang terjadi pada
situasi tertentu namun tidak dalam rangka pembatasan sosial seperti yang
masyarakat jalani sebagai upaya pencegahan penyebaran virus. Pembatasan ini
membawa dampak potitif dan negatif dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
Pembatasan sosial memberi dampak pada kebijakan penyelenggaraan pendidikan,
pembelajaran harus diupayakan tetap berlangsung dengan berbagai konsekuensi
yang ditimbulkan. Hal ini sangat berpengaruh pada masa adaptasi akibat
perubahan mekanisme dan sistem pembelajaran tersebut.
Kondisi
pembelajaran pada masa pandemi harus dapat dimanfaatkan dengan perubahan pola
berpikir, pola belajar, pola inteksi ilmiah yang lebih bermakna sehingga
kekakuan dalam menyikapi masa Covid 19 dapat dimaksimalkan dengan produktivitas
yang mencirikan kebermaknaan. Perasaan pobia diminimalisir dengan optimis bahwa
seluruh aktivitas tetap berlangsung dengan protokol kesehatan tatanan
baru (new normal), khususnya dalam segmen penyelenggaraan pendidikan,
baik pada pendidikan pra sekolah hingga pendidikan tinggi. Setiap individu
harus tanggap terhadap keterbatasan di masa pandemi. untuk tetap produktif
dalam bidangnya dan memaknai kondisi pandemi ini sebagai bagian dari perubahan
yang tetap harus mengedepankan sikap dan prilaku representatif pada tatanan
baru untuk menciptakan ruang belajar bervariasi. Memang di masa pandemi seperti
ini cara satu-satunya adalah dengan pembelajaran online, memang banyak
anak-anak, bahkan mahasiswa yang mengeluh dengan pembelajaran online, alasannya
tugas nya banyak, susah untuk saling sharing, susah ketemu teman dll. Semua
orang juga pengen belajar tatap muka seperti biasanya, rindu dengan suasana
sekolah atau kampus rindu dengan candaan dengan teman-teman, kita hanya bisa
bersabar menghadapi musibah pandemi ini,tanamkan rasa ingin belajar dalam diri
kita sendiri agar bisa saling menguatkan untuk tetap menuntut ilmu.
Penerapan sistem
pembelajaran daring
Menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial.
Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap
muka, tetapi melalui platform yang
telah tersedia. Segala bentuk materi pelajaran didistribusikan secara online, komunikasi juga dilakukan
secara online, dan tes
juga dilaksanakan secara online. Sistem
pembelajaran melalui daring ini dibantu dengan beberapa aplikasi, seperti Google Classroom, Google Meet, Edmudo dan Zoom.
Sebuah kondisi dikatakan daring apabila memenuhi beberapa
persyaratan sebagai berikut:
1. 1. Di bawah pengendalian langsung dari alat yang lainnya
2. 2. Di bawah pengendalian langsung
dari sebuah sistem
3. 3. Tersedia untuk penggunaan
segera atau real time.
4. 4. Tersambung pada suatu sistem
dalam pengoperasiannya,
5. 5. Bersifat fungsional dan siap melayani
Selama pelaksanaan model daring,
siswa memiliki keleluasaan waktu untuk belajar. siswa dapat belajar kapan
pun dan di mana pun, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. siswa juga dapat
berinteraksi dengan guru pada waktu yang bersamaan, seperti menggunakan video call atau live chat. Pembelajaran daring dapat
disediakan secara elektronik menggunakan forum atau message.
Belajar secara daring tentu memiliki tantangannya sendiri. Siswa
tidak hanya membutuhkan suasana di rumah yang mendukung untuk belajar, tetapi
juga koneksi internet yang memadai. Namun, proses pembelajaran yang efektif
juga tak kalah penting.
Banyak cara untuk kita melaksanakan pembelajaran online, semuanya
akan mudah ketika dilakukan dengan ikhlas, kembali lagi kepada pendidiknya
masing-masing, ilmu harus terus disampaikan walaupun ada rintangan yang
menghalang, tetap semangat dan terus berjuang.
Cara
belajar online/daring seperti ini bisa dikatakan adalah cara belajar yang baru
di dunia pendidikan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Tentunya
sebagai sesuatu yang baru pasti ada kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugian
yang dirasakan dengan adanya sistem belajar online seperti ini.
Berikut adalah kelebihan dari sistem belajar online:
1.
Waktu belajar lebih singkat
Dengan mudahnya mengakses materi pembelajaran atau mengikuti video tatap muka,
maka para pelajar memiliki waktu yang lebih cepat untuk belajar, apalagi
belajarnya hanya di rumah, sehingga tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk
pergi ke kampus atau sekolah seperti biasa. Selain itu, para pelajar tidak
memerlukan waktu lagi untuk menunggu pengajar yang kadang datangnya
"ngaret" sehingga memerlukan banyak waktu yang terbuang.
2.
Pendidikan Indonesia lebih maju
Dengan adanya sistem belajar seperti ini setidaknya pendidikan Indonesia lebih
maju walaupun sedikit. Salah satu kemajuannya, yaitu pendidikan Indonesia sudah
bisa memanfaatkan teknologi yang ada dan cara belajar pendidikan di Indonesia
lebih bervariatif dengan adanya belajar online.
3.
Siswa bisa mengembangkan diri
Belajar online yang tidak memakan waktu banyak dapat membuat pelajar bisa
mengembangkan diri pada hal lain, seperti membaca, menulis atau menggambar.
Dengan begitu para pelajar tidak hanya sekadar belajar saja, atau mencari ilmu
saja, tapi bisa mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.
Berikut adalah kekurangan
dari sistem belajar online:
1.
Tugas-tugas menumpuk
Meski belajar di rumah para pelajar tidak bisa hidup tenang, karena harus
menghadapi tugas-tugas yang diberikan oleh pengajar. Waktu di rumah dihabiskan
untuk mengerjakan tugas-tugas menumpuk. Para pengajar memberikan tugas agar
para pelajar tetap mendapat nilai, dan materi pembelajaran.
2.
Menghabiskan banyak data internet/kuota
Para siswa yang biasanya membeli paket internet sebulan sekali, kini bisa
membeli paket internet dua sampai tiga kali dalam waktu sebulan. Selain itu yang
memakai wi-fi juga berpengaruh, karena batas internet yang sudah ditentukan
mengalami pemakaian berlebihan ditambah kadang wi-fi bermasalah, entah dari
perusahaan atau hal lain.
3.
Materi pembelajaran sulit di dapat
Sistem belajar online memang lebih menghemat waktu, tapi belum tentu belajar
online lebih efektif dalam penerimaan materi pembelajaran bagi para pelajar.
Banyak yang mengeluhkan cara belajar online hanya memberikan tugas-tugas yang
menumpuk, yang menambah stress para pelajar selama di rumah. Selain itu kondisi
di dalam rumah yang kondusif mungkin bisa membuat seseorang menerima pelajaran
atau tidak. Jika kondusif mungkin akan lebih mudah menerima pembelajaran, tapi
seandainya rumah kurang kondusif para pelajar akan kesulitan menerima
pelajaran.
4.
Adu pendapat yang sulit
Jika di sekolah atau di kampus ada sesuatu yang sulit dimengerti atau terjadi
perbedaan pendapat mungkin akan lebih muda didiskusikan, namun dalam hal
belajar online akan terasa sulit. Mengapa? Karena dalam cara belajar tersebut
jika ada satu yang bicara, ada kemungkinan yang lain bicara dan pengajar sulit
untuk mengontrol situasi ketika banyak yang bicara, dengan kata lain suara di
dalam video pertemuan saling tumpang tindih. Selain itu, bagi mereka pelajar
yang memiliki koneksi jaringan buruk atau ponsel yang "sedikit rusak"
akan kesulitan mendengar audio yang saling tumpang tindih tersebut.
Sudah
kurang lebih setahun ini semua pendidikan menerapkan pembelajaran online, kita
hanya bisa bersabar dan berdoa semoga pandemi ini bisa segera berakhir agar
kita bisa beraktivitas normal seprti biasanya. Tetap semangat menuntut ilmu
walaupun covid 19 ini menyerang dan belum berakhir. Selalu terapkan protokol
kesehatan jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, jauhi kerumunan dan kurangi
aktivitas di luar rumah. *sekian dan
terima kasih, wassalamualaikum wr.wb*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar